Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa armada Angkatan Laut AS berukuran besar sedang bergerak menuju perairan dekat Iran. Dalam unggahan di media sosialnya, ia mendesak Teheran untuk segera duduk ke meja perundingan.
Trump menyebut armada tersebut bergerak “dengan kekuatan dahsyat, semangat besar, dan tekad yang tak tergoyahkan, dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln.” Ia menekankan bahwa gugus tugas ini lebih besar dari armada yang sebelumnya dikerahkan ke perairan dekat Venezuela.
“Waktu hampir habis. Serangan yang akan datang ke Iran akan jauh lebih buruk,” tulis Trump, seraya mendesak pemerintah Iran untuk “tidak membiarkan hal itu terjadi lagi.”
Namun, dalam wawancara terpisah dengan situs Axios, Trump juga menyiratkan adanya keinginan berunding dari pihak Iran. “Mereka ingin mencapai kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka telah menghubungi beberapa kali. Mereka ingin berbicara,” ujarnya.
Respons Tegas dari Iran
Pernyataan Trump langsung dibalas dengan peringatan keras dari berbagai pejabat Iran. Mereka menegaskan kesiapan penuh untuk membalas setiap tindakan AS.
Ali Mohammed Na’ini, Juru Bicara Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), memberikan peringatan spesifik mengenai kehadiran kapal induk AS. “Jika kapal induk mereka melakukan kesalahan dan memasuki perairan teritorial Iran, mereka akan menjadi sasaran,” katanya seperti dikutip surat kabar Hamshahri.
Sementara itu, Deputi Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa prioritas utama negaranya bukanlah bernegosiasi dengan Washington, melainkan “bersiap sepenuhnya untuk mempertahankan negara kami.” Ia menambahkan bahwa negosiasi pun tidak akan mengurangi kesiapan Iran untuk perang potensial.
Media Iran Javan lebih jauh melaporkan bahwa Iran “siap untuk respons skala luas,” yang mungkin mencakup upaya mengontrol Selat Hormuz — jalur pelayaran vital bagi ekspor energi global.
Latar Belakang Ketegangan
Pengumuman pengiriman armada ini terjadi dalam konteks ketegangan yang telah berlangsung lama antara AS dan Iran, menyangkut isu program nuklir Iran dan pengaruhnya di kawasan. Trump, dalam unggahannya, menyatakan harapannya agar Iran bernegosiasi untuk “sebuah perjanjian yang adil dan setara tanpa senjata nuklir, yang menguntungkan semua pihak.”
Klaim tentang “armada besar” ini muncul setelah sebelumnya AS juga meningkatkan tekanan militer di kawasan lain, seperti pengiriman kapal perang ke perairan dekat Venezuela beberapa waktu lalu.
Sumber: www.aljazeera.net





