Warisan pemikiran Imam Hasan al Banna senantiasa menyajikan arahan mendalam serta hikmah edukatif yang kaya akan prinsip prinsip dakwah dan tarbiyah. Risalah risalah beliau menghadirkan panduan praktis yang sangat relevan untuk dipelajari sebagai bekal dalam memperjuangkan perbaikan umat.
Dalam risalahnya yang berharga, Ila Ayyi Syai in Nad un Nas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia?), Imam Hasan al Banna menguraikan diagnosis mendalam mengenai syarat utama kebangkitan suatu bangsa yang tengah berjuang keluar dari kemunduran:
Keberhasilan suatu bangsa yang ingin bangkit dari kemundurannya bersandar pada tiga pilar utama:
- Dokter yang ahli dan berpengalaman, sosok yang mengetahui dengan tepat letak penyakit dan cara mengobatinya.
- Obat yang manjur, sarana yang sanggup menyembuhkan dan mencabut akar penyakit tersebut.
- Kesadaran pasien untuk meminum obat dan bersabar menanggung rasa pahitnya demi kesembuhan.
Umat Islam kini memiliki dokter abadi yang petunjuknya tetap hidup, yaitu Rasulullah SAW:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
Umat ini juga memiliki obat yang manjur dan terjaga di dalam wadahnya, yaitu Al-Qur anul Karim:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur an, dan pasti Kami pula yang memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)
Kini tantangan terbesar yang tersisa tinggal pilar ketiga, yaitu kesediaan umat itu sendiri untuk meminum obat yang pahit namun menyembuhkan tersebut.
Catatan dan Pelajaran Edukatif dari Bimbingan Ini
- Modal Kebangkitan Umat Tetap Terjaga Dua pilar utama kebangkitan umat Islam tidak pernah hilang atau rusak. Petunjuk Rasulullah SAW serta Al-Qur anul Karim tetap ada di tengah tengah kita. Permasalahan mendasar umat saat ini bukanlah ketiadaan solusi, melainkan keengganan untuk mengambil dan mengamalkan obat yang sudah tersedia.
- Rasulullah SAW sebagai Teladan Peradaban Sosok Nabi Muhammad SAW bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan teladan praktis dalam beragama, berakhlak, dan memimpin. Mengikuti manhaj beliau merupakan syarat mutlak untuk melahirkan generasi yang mampu membawa perubahan nyata.
- Al-Qur an sebagai Solusi Segala Krisis Al-Qur an adalah pedoman hidup yang menjawab berbagai krisis sosial, moral, dan kepemimpinan. Setiap gagasan perubahan yang mengabaikan petunjuk wahyu tidak akan bertahan lama dan gagal memberikan kebahagiaan hakiki bagi manusia.
- Menumbuhkan Kemauan Umat untuk Berbenah Fokus utama para juru dakwah dan pembina saat ini adalah membangkitkan pilar ketiga, yaitu menumbuhkan kesadaran umat agar mau berbenah, bersabar menghadapi proses perubahan, dan siap meninggalkan kebiasaan buruk meskipun terasa berat.
- Pentingnya Peran Para Pendidik dan Pembina Proses penyampaian obat ini membutuhkan kehadiran para pendidik (murbi) yang bijak dan telaten. Kualitas penyiapan kader pembina ini akan menentukan seberapa jauh nilai nilai Islam dapat diresapi oleh masyarakat luas.
Hal ini sejalan dengan pesan tegas Rasulullah SAW dalam sabdanya:
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
“Aku telah meninggalkan di tengah tengah kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama lamanya jika berpegang teguh kepada keduanya” (HR. Malik dalam Al Muwatta)





