Kelicikan setan, Allah Ta’ala ceritakan dalam ayat berikut:
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ ۖ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ ۖ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ ۗ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: ‘Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.’ Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.” (Q.S. Ibrahim: 22)
Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah mengutip dari umumnya ahli tafsir: “Pada saat ahli surga masuk ke surga, dan ahli neraka masuk ke neraka, maka penduduk neraka begitu marah kepada Iblis. Lalu Iblis pun berdiri di antara mereka dan berkhutbah, sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan (di atas).” (Imam Ibnul Jauzi, Zaadul Masiir fi ‘Ilmit Tafsiir, 2/510)
Pelajaran penting dari ayat ini:
✅ Ini adalah pengakuan setan saat hari pembalasan.
✅ Setan mengakui Allah punya janji dan janji Allah Ta’ala adalah haq (benar).
✅ Setan menyatakan dirinya juga berjanji, tetapi dia mengakui telah ingkar terhadap janjinya.
✅ Setan menyatakan dia tidak berkuasa untuk memaksa manusia mengikuti dirinya, tetapi dasarnya manusia saja yang mau mengikutinya.
✅ Maka, kata setan kepada manusia, “Jangan salahkan aku, tetapi salahkan diri kalian sendiri.”
✅ Setan mengakui dirinya lemah dan tidak mampu menolong manusia yang mengikutinya, dan manusia itu pun tidak mampu menolong dirinya sendiri.
✅ Bahkan, ternyata setan pun tidak suka dan tidak membenarkan kalau manusia menjadi musyrik, padahal kesyirikan itu disebabkan oleh rayuannya.
✅ Setan tidak mau disalahkan, tetapi dia katakan, “Jangan cerca aku, tetapi cercalah diri kalian sendiri.”
Wa na’udzu billah tsumma na’udzu billah.
Wallahu A’lam.
✍️ Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah
Sumber: Alfahmu.id




